Doa untuk Balai Kasunyatan: FKIP Untirta Menyemai Karakter dan Peradaban dari Sebuah Bangunan
SERANG — Ratusan mahasiswa baru angkatan 2026 memadati Balai Kasunyatan di Kampus FKIP Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta), Ciwaru, Kota Serang, Jumat (25/9/2026), untuk mengikuti doa bersama bagi kelancaran pembangunan balai tersebut. Doa itu dirangkai dengan Kuliah Dhuha dan Penguatan Karakter Jawara bertajuk “Berani, Berakhlak, dan Berprestasi di Era Digital”.
Kegiatan yang diikuti peserta MKU Pendidikan Agama Islam bersama asisten dosen dan mentor Lingkar Studi Pekanan (LING-SP) ini menunjukkan bahwa bangunan fisik diperlakukan sebagai titik awal pembentukan watak. Dalam bahasa Jawa, kasunyatan bermakna kebenaran hakiki. Balai ini diproyeksikan menjadi pusat penguatan spiritual dan keilmuan mahasiswa.
Dekan FKIP Untirta, Fadlullah, menegaskan bahwa pembangunan fasilitas harus berjalan seiring dengan pembangunan mental dan integritas mahasiswa. Ia menilai nilai Jawara, yakni jujur, adil, berwibawa, amanah, religius, dan akuntabel, dapat menjadi jangkar moral di tengah disrupsi digital.
Dalam Kuliah Dhuha, Kepala Laboratorium Karakter Bangsa FKIP Untirta, Jakaria, memaparkan tiga pilar karakter. Berani berarti kritis terhadap hoaks dan tidak bergantung secara pasif pada kecerdasan artifisial. Berakhlak berarti menjaga etika digital dan kejujuran akademik. Berprestasi berarti menghasilkan karya yang berdampak bagi masyarakat.
“Teknologi adalah alat, namun karakter Jawara adalah kemudi yang menentukan arah masa depan bangsa,” kata Jakaria.
Pembinaan tersebut akan dilanjutkan melalui kelompok studi mingguan LING-SP. Dari balai yang belum rampung itu, kampus berharap lahir generasi yang cakap secara intelektual, matang secara spiritual, dan siap menyongsong Indonesia Emas 2045.

